<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Blog &#124; Belajar Twitter &#124; Tips Ngeblog &#124; Belajar Wordpress &#124; Belajar SEO &#187; Bayi Trafficing</title>
	<atom:link href="http://sekitarkita.info/tag/bayi-trafficing/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekitarkita.info</link>
	<description>Belajar Blog : Belajar SEO : Belajar Wordpress</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2011 13:08:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Pak, Bu, Om, Tante, Kami belum makan</title>
		<link>http://sekitarkita.info/pak-bu-om-tante-kami-belum-makan.html</link>
		<comments>http://sekitarkita.info/pak-bu-om-tante-kami-belum-makan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 03:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adm1n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Jalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi Trafficing]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Bus Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Metropolitan]]></category>
		<category><![CDATA[pengamen Jalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengemis Anak-anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekitarkita.info/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Saya yakin, banyak yang sudah mendengar kata-kata ini. Ketika kita naik Kendaraan Umum, sudah menjadi pemandangan biasa bagi kita yang selalu melihat pengamen, pengemis, baik dengan nada halus maupun dengan nada kasar dalam hal meminta &#8220;imbalan&#8221; usaha mereka pada penumpang. Kita juga tidak heran lagi, banyak  diantara mereka (atau bahkan sebagian besar!) merupakan anak-anak usia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Gambar Anak Jalanan" src="http://www.pdpersi.co.id/images/news/content/anak_jalanan.jpg" alt="" width="143" height="128" />Saya yakin, banyak yang sudah mendengar kata-kata ini. Ketika kita naik Kendaraan Umum, sudah menjadi pemandangan biasa bagi kita yang selalu melihat pengamen, pengemis, baik dengan nada halus maupun dengan nada kasar dalam hal meminta &#8220;imbalan&#8221; usaha mereka pada penumpang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita juga tidak heran lagi, banyak  diantara mereka (atau bahkan sebagian besar!) merupakan anak-anak usia sekolah, pra sekolah sampai batita. Batita? Misalnya bayi-bayi yang imut dan turut merasakan mencari &#8220;sesuap&#8221; nasi. Anak-anak memainkan alat musik (ada yang bertepuk tangan) hanya untuk sekedar meminta uang &#8220;recehan&#8221; kepada penumpang.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan ada yang mengatasnamakan adik, saudara, orang tua, teman yang lagi sakit untuk memelas kasihan penumpang. <strong>Ibu yang menggendong anak-pun</strong> bukan hal yang aneh yang kita lihat untuk &#8220;mengais&#8221; rezejinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sengaja memberikan tulisan tebal pada Ibu yang menggendong anak. Hal yang menjadi pertanyaan mendasar bagi saya, <strong>apakah anak tersebut benar-benar anak kandungnya?</strong> Atau hanya anak orang lain yang &#8220;dipinjam&#8221; atau &#8220;disewa&#8221; ? Disewa! Mungkin banyak diantara kita yang pernah mendengar perdagangan anak-anak batita (bawah 3 tahun). Dan banyak diantara kita (mungkin) pernah mendengar anak anak kecil yang disewakan orang-orang yang tidak bertanggungjawab hanya untuk meminta belas kasihan orang lain. Dan akhirnya, anak ini dijadikan mesin uang mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Hukum di negara kita yang mengatur tentang perdagangan anak dan hak-hak anak lainnya sudah ada. Bahkan ada LSM yang sengaja didirikan hanya untuk memperjuangkan hak-hak ini. Termasuk dalam bidang ini adalah Komnas Anak. Kita sering mendengar Komnas Anak dalam aksinya yang berjuang memberikan keadilan bagi anak-anak selebritis atau anak-anak &#8220;the have&#8221; lainnya. Tapi bukan berarti mereka mengesampingkan anak-anak terlantar. Hanya saja, aksi mereka untuk anak terlantar jarang dipublikasikan besar-besaran seperti halnya anak-anak selebritis yang mereka bantua dan selalu disiarkan di pelbagai acara infotainment.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa daya kita, jika kita mendapati orang-orang yang memperlakukan anak-anaknya sebagai mesin uang dijalanan, dan orang dewasa tersebut bilang bahwa ini memang &#8220;anak kandungnya&#8221; dan terpaksa melakukannya untuk mencari biaya hidup ditengah krisis seperti ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau terus begini, masalahnya <strong>tidak akan pernah terselesaikan</strong>. Apa pendapat Anda?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p><font color="#B4B4B4" size="-2">Post Footer automatically generated by <a href="http://www.freetimefoto.com/add_post_footer_plugin_wordpress" style="color: #B4B4B4; text-decoration:underline;">Add Post Footer Plugin</a> for wordpress.</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekitarkita.info/pak-bu-om-tante-kami-belum-makan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

